Senin, 30 November 2009

CHAPTER 1 : PENDEKATAN KEILMUAN DALAM TEORI-TEORI KOMUNIKASI

Keywords : communication theory, scholarship

Littlejohn mengatakan bahwa mempelajari fenomena-fenomena komunikasi lewat teori-teori komunikasi ialah agar seseorang dapat melihat hal-hal yang sebelumnya tidak tampak.

Pendekatan Keilmuan dalam Teori Komunikasi

Ilmu komunikasi merupakan cabang ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, karena pendekatan-pendekatan yang digunakan berasal dari dan menyangkut berbagai bidang keilmuan (disiplin) lain, seperti linguistik, sosiologi, antropologi, psikologi, politik, ekonomi, biologi, dan sebagainya. Sifat “kemultidisiplinan” ini tidak dapat dihindari karena luas dan kompleksnya objek pengamatan dalam ilmu komunikasi. Seperti dikatakan oleh Littlejohn dalam jurnalnya yang berjudul An Overview of Contributions to Human Communication Theory from Other Diciplines , bahwa dunia akademis dicirikan oleh tema dan bidang studinya. Jika tema meliputi subjek, topik, atau fokus yang diambil; maka bidang studi terdiri atas komunitas para sarjana yang terkait satu sama lain oleh sebuah tema tertentu. Ilmu pengetahuan tersusun oleh kerja keras para sarjana, dan didukung oleh interaksi di dalam komunitas ilmiah tersebut. Di mana seorang sarjana mempelajari metode dari sarjana lain, dan sebaliknya, ide-idenya diuji maupun dikritisi oleh sarjana lain. Dari sanalah teori-teori akhirnya dapat berkembang, tumbuh, dan bahkan berubah.
Pendekatan multidisipliner, oleh karena itu merupakan salah satu langkah penting untuk diambil para Sarjana Komunikasi yang ingin memahami fenomena komunikasi; bahwa komunikasi berada di jantung semua hubungan/interaksi manusia, dan merupakan percabangan dari disiplin ilmu lainnya. Kelebihannya, kerangka kerja multidisipliner berusaha untuk menyatukan komposisi wujud komunikasi berdasarkan kepingan yang bervariasi. Sebab, tidak satu pun teori, kata Littlejohn, “… no matter how large its domain, can provide comprehensive picture of thye process.”

Seperti halnya tak ada teori tertentu yang merupakan teori paling baik untuk memahami komunikasi secara keseluruhan, juga tidak ada definisi tunggal tentang komunikasi. Frank Dance (1970) misalnya, mengemukakan sulitnya mendefinisikan komunikasi ke dalam satu macam definisi saja yang mampu merangkum segenap pengertiannya. Karena itu ia berusaha memberikan dimensi yang dapat dijadikan acuan untuk memperjelas perbedaan antara macam konsep yang terkandung dalam definisi-definisi tentang komunikasi. Littlejohn berpendapat bahwa sebuah definisi seharusnya dievaluasi berdasarkan kontribusinya terhadap pencapaian tujuan dari sebuah penyelidikan. Bisa saja terjadi dalam dua penelitian ilmiah yang berbeda, memerlukan pendefinisian komunikasi yang seringkali terpisah, dan bahkan kontradiktif antara satu definisi dengan definisi yang lain.

Jenis-Jenis Penelitian

Sementara itu, pada elemen dasar penyelidikan yang nantinya akan dilakukan oleh para sarjana komunikasi, terdapat macam-macam pendekatan keilmuan yang berlaku di kalangan masyarakat akademis. Meskipun pada elemen dasar teori-teori komunikasi memiliki persamaan, namun lewat perbedaan pendekatan keilmuan tersebut, Littejohn ingin menunjukkan bahwa penyelidikan ilmiah yang berbeda jenisnya, akan menanyakan pertanyaan yang berbeda, dan karenanya harus menggunakan pendekatan berbeda. Selanjutnya, hasil penyelidikan itu akan membawa para sarjananya menuju ke arah teori-teori yang berbeda pula.

Masyarakat ilmiah, menurut cara pandang dan objek pengamatannya, oleh Littlejohn dapat dibagi ke dalam tiga kelompok/aliran pendekatan. Yang pertama adalah pengetahuan scientific (ilmiah/empirik). Ilmu, menurut pandangan scientific, seringkali diasosiasikan dengan objektivitas. Selain menetapkan standarisasi pada objektivitas, pendekatan ini juga menekankan pada konsistensi (replications). Kedua, yakni pengetahuan humanistic (humaniora/interpretatif), yang mengasosiasikan ilmu dengan subjektivitas. Ketimbang berusaha menstandarisasi pengamatan, pendekatan humaniora bertujuan mencari interpretasi kreatif, karenanya lebih tertarik pada kasus individual ketimbang teori yang digeneralisir. Yang ketiga, adalah pengetahuan social sciences (ilmu-ilmu sosial). Pada dasarnya pendekatan ini memiliki aspek-aspek baik dari pendekatan sccientific maupun humanistic, sehingga dapat dikatakan sebagai gabungan dari keduanya. Hal ini disebabkan oleh karena objek studi ilmu-ilmu sosial, yakni manusia, memerlukan pengamatan yang cermat dan akurat, namun dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Karena selain tetap harus mengedepankan objektivitas agar hasilnya dapat bersifat umum, ilmu sosial mengedepankan faktor penjelasan dan interpretasi, karena manusia yang menjadi objek penelitiannya merupakan makhluk yang aktif baik dalam hal tindakan maupun pemikiran. Sehingga merupakan sebuah tantangan bagi peneliti dengan pendekatan ini untuk menghasilkan interpretasi yang bersifat objektif. Komunikasi meliputi pemahaman tentang bagaimana pesan dibuat, dipertukarkan, dan diinterpretasikan. Sebagai konsekuensinya, penyelidikan komunikasi menggunakan wilayah metode dari ilmiah ke humaniora, yang akan dibahas dalam chapter-chapter selanjutnya dalam buku Littlejohn tersebut.

1 komentar:

  1. Poker - The Hollywood Casino in Chester - JT Hub
    The Hollywood 출장마사지 Casino in 김해 출장마사지 Chester is a 10-acre casino near St. Charles, 영주 출장샵 Pennsylvania, that's 삼척 출장마사지 located off of Interstate 공주 출장마사지 35. The casino, which opened in the

    BalasHapus